News Manokwari – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Manokwari, Papua Barat terus memperkuat strategi komunikasi untuk meningkatkan cakupan imunisasi lengkap di wilayahnya.
Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap tantangan lapangan berupa keraguan masyarakat, kurangnya pemahaman, serta maraknya disinformasi yang mempengaruhi persepsi publik terhadap imunisasi.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes Manokwari, Marthen L. Rantetampang, menjelaskan bahwa pendekatan komunikasi antar-pribadi berbasis dialog menjadi metode yang kini diprioritaskan pemerintah daerah. Menurutnya, pendekatan tersebut terbukti jauh lebih efektif dibanding hanya memberikan informasi teknis secara satu arah.
Pendekatan Humanis Jadi Kunci
Rantetampang menegaskan bahwa pola komunikasi humanis—melibatkan empati, keterbukaan, dan penjelasan yang mudah dipahami—mampu membangun kedekatan emosional dengan warga. Dengan cara ini, masyarakat yang masih ragu dapat merasa lebih nyaman untuk bertanya, berdiskusi, dan memahami manfaat imunisasi.
Baca Juga : Dinkes Manokwari: 8.343 warga sudah manfaatkan CKG
“Kami menemukan bahwa komunikasi antar-pribadi lebih mampu membuka ruang dialog. Warga bisa menyampaikan kekhawatiran mereka, dan petugas bisa menjawab langsung secara jelas dan jujur. Ini jauh lebih efektif dalam membangun kepercayaan,” ujarnya.
Selain itu, tenaga kesehatan di puskesmas dan posyandu juga dibekali pelatihan khusus untuk menghadapi berbagai situasi di lapangan. Termasuk bagaimana menyampaikan informasi yang benar terkait vaksin, memahami budaya lokal, hingga mengidentifikasi faktor psikologis yang membuat masyarakat menolak imunisasi.
Tantangan Disinformasi Masih Tinggi
Dinkes Manokwari mengakui bahwa disinformasi di media sosial masih menjadi tantangan terbesar dalam upaya mencapai target imunisasi lengkap. Informasi keliru mengenai efek samping imunisasi atau teori konspirasi sering membuat masyarakat ragu membawa anaknya ke fasilitas kesehatan.
Karena itu, komunikasi antar-pribadi dijadikan strategi utama untuk memotong rantai disinformasi di tingkat keluarga dan komunitas. Petugas lapangan juga didorong untuk menjalin kolaborasi dengan tokoh agama, tokoh adat, hingga kader posyandu agar pesan imunisasi dapat diterima lebih luas.
Target Cakupan Imunisasi Ditingkatkan
Pemkab Manokwari menargetkan cakupan imunisasi dasar lengkap dapat meningkat signifikan pada 2025 melalui pendekatan komunikasi ini. Upaya jemput bola, pelayanan imunisasi keliling, serta kampanye edukasi berbasis komunitas juga terus digencarkan.
“Kami optimistis, selama komunikasi dengan masyarakat dilakukan dengan cara yang tepat, pemahaman dan kepercayaan mereka juga akan meningkat,” kata Rantetampang.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan program imunisasi bukan hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan orang tua dan seluruh lapisan masyarakat.







