News Manokwari — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari, Provinsi Papua Barat, mengalokasikan dana sebesar Rp40 juta untuk mendukung pengembangan sektor ekonomi kreatif melalui program pembinaan dan pemberdayaan pelaku usaha lokal.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat sektor nonmigas yang berpotensi menopang pertumbuhan ekonomi masyarakat.
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Dominggus-Mandacan-dan-Hermus-Indou-bersama-penerima-bantuan-bagi-pelaku-usaha.jpg)
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kabupaten Manokwari, Rikson Tuharea, mengatakan bahwa alokasi dana tersebut digunakan untuk pelatihan, fasilitasi promosi produk, dan pendampingan usaha bagi pelaku ekonomi kreatif di wilayah Manokwari.
“Dana ini memang tidak besar, tapi menjadi stimulus agar pelaku usaha lokal dapat terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk mereka. Fokusnya pada pengembangan potensi lokal seperti kerajinan tangan, kuliner khas, dan fesyen berbasis budaya daerah,” ujar Rikson di Manokwari, Minggu (9/11/2025).
Baca Juga : Pemerintah Manokwari gelontorkan Rp1 miliar berdayakan petani padi
Ia menambahkan, pemerintah daerah juga berencana menggandeng komunitas kreatif dan lembaga pendidikan untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Manokwari. “Kami ingin ada kolaborasi antara pelaku usaha, akademisi, dan pemerintah agar sektor ini tumbuh secara berkelanjutan,” tambahnya.
Selain memberikan pelatihan dan promosi, Pemkab Manokwari juga menyiapkan program lanjutan berupa pemasaran digital dan pendampingan manajemen keuangan bagi pelaku UMKM.
Melalui langkah ini, Pemkab berharap sektor ekonomi kreatif dapat menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat muda di Papua Barat.







