News Manokwari — Pemerintah Kabupaten Manokwari menargetkan penyelesaian pembangunan gedung serbaguna yang diberi nama Gedung Mambruk pada Tahun Anggaran 2026.
Proyek ini menjadi salah satu program strategis daerah yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemkab Manokwari.

Wakil Bupati Manokwari, Mugiyono, mengatakan bahwa pembangunan Gedung Mambruk dirancang untuk mengakomodasi berbagai kegiatan masyarakat, seperti resepsi pernikahan, pertemuan, kegiatan sosial, hingga agenda pemerintahan. Keberadaan gedung tersebut diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang positif bagi daerah.
“Gedung Mambruk ini merupakan salah satu proyek strategis Pemkab Manokwari. Selain menjadi pusat kegiatan masyarakat, juga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD),” ujar Mugiyono di Manokwari, Sabtu.
Fasilitas Serbaguna untuk Kepentingan Publik
Mugiyono menjelaskan, Gedung Mambruk dirancang sebagai gedung serbaguna dengan kapasitas besar, fasilitas modern, serta mampu menunjang berbagai aktivitas masyarakat dalam satu lokasi yang representatif. Selama ini, keterbatasan gedung pertemuan berskala besar menjadi salah satu kendala dalam penyelenggaraan acara di Manokwari.
Baca Juga : DKPD Manokwari gandeng Perpusnas latih pustakawan sekolah hadapi era digital
Menurutnya, keberadaan Gedung Mambruk nantinya akan menjadi alternatif utama bagi masyarakat yang selama ini harus menggunakan gedung-gedung terbatas atau bahkan menyewa tempat di luar daerah.
“Kami ingin masyarakat memiliki fasilitas yang layak, nyaman, dan terjangkau untuk berbagai kegiatan. Selain itu, pemanfaatan gedung ini secara komersial juga akan memberikan kontribusi bagi kas daerah,” jelasnya.
Pembangunan Bertahap Sesuai Kemampuan Anggaran
Pelaksanaan pembangunan Gedung secara bertahap menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Pemkab Manokwari menargetkan penyelesaian secara fisik pada 2026. Namun tetap memperhatikan kualitas bangunan dan kelayakan fasilitas.
Pemerintah daerah juga memastikan bahwa pelaksanaan proses pembangunan sesuai dengan ketentuan perencanaan, penganggaran. Serta pengawasan agar hasilnya dapat bermanfaat dalam jangka panjang.
“Kami ingin memastikan pembangunan ini berjalan sesuai spesifikasi dan standar yang ditetapkan. Gedung ini bukan hanya untuk hari ini, tapi juga untuk kepentingan generasi mendatang,” kata Mugiyono.
Pemkab Manokwari optimistis, setelah resmi beroperasi nanti, Gedung serbaguna dapat menjadi salah satu sumber PAD baru yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran Manokwari sebagai pusat pemerintahan dan aktivitas ekonomi di Papua Barat.
Pemerintah daerah pun mengajak masyarakat untuk turut mendukung kelancaran pembangunan Gedung. Agar dapat selesai tepat waktu dan bisa memanfaatkannya secara optimal.







