,

Plt Kadis PUPR Paparkan Strategi Penyusunan RDTR Perkotaan Manokwari

oleh -25 Dilihat

News Manokwari — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Manokwari, Albertus, memaparkan strategi penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Perkotaan Manokwari sebagai langkah strategis dalam memastikan pemanfaatan ruang yang efektif, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Pemkab Dorong Penyelesaian RDTR Manokwari untuk Wujudkan Kota Modern dan  Berkelanjutan ‎ - Cahaya Papua News
Plt Kadis PUPR Paparkan Strategi Penyusunan RDTR Perkotaan Manokwari

Hal tersebut disampaikan Albertus dalam kegiatan sosialisasi dan koordinasi perencanaan tata ruang yang melibatkan perangkat daerah terkait, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya di Manokwari, belum lama ini.

RDTR Jadi Pedoman Pembangunan

Menurut Albertus, RDTR memiliki peran penting sebagai instrumen pengendali pemanfaatan ruang, khususnya di kawasan perkotaan yang terus berkembang. RDTR akan menjadi pedoman dalam pemberian perizinan, penataan kawasan permukiman, kawasan perdagangan dan jasa, hingga kawasan industri dan ruang terbuka hijau.

Baca Juga : Moses Koropasi Jadi Plt Kadis Perumahan Bintuni

“RDTR ini menjadi dasar perencanaan pembangunan yang lebih detail dan operasional. Dengan adanya RDTR, seluruh aktivitas pembangunan dapat berjalan lebih tertib, terarah, dan sesuai dengan peruntukan ruang,” ujar Albertus.

Ia menjelaskan, penyusunan RDTR Perkotaan Manokwari dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kondisi eksisting wilayah, potensi ekonomi, daya dukung lingkungan, hingga proyeksi pertumbuhan penduduk.

Dorong Investasi yang Terkendali

Albertus menambahkan, salah satu tujuan utama penyusunan RDTR adalah untuk menciptakan iklim investasi yang lebih pasti dan terkendali. Dengan adanya kepastian tata ruang, investor akan lebih mudah menentukan lokasi dan jenis kegiatan usaha yang akan dikembangkan tanpa melanggar aturan yang berlaku.

“RDTR memberi kepastian hukum kepada masyarakat dan investor. Ini penting agar pembangunan tidak berjalan sporadis, tetapi terencana dengan baik,” katanya.

Selain itu, RDTR juga diharapkan mampu meminimalkan potensi konflik pemanfaatan ruang. Serta mengurangi dampak lingkungan akibat pembangunan yang tidak sesuai peruntukan.

Libatkan Berbagai Pemangku Kepentingan

Dalam proses penyusunannya, Dinas PUPR Manokwari melibatkan berbagai pihak, termasuk organisasi perangkat daerah, tokoh masyarakat, akademisi, serta unsur swasta. Keterlibatan multipihak dinilai penting agar RDTR yang disusun benar-benar mencerminkan kebutuhan dan aspirasi masyarakat.

“Kami ingin RDTR ini tidak hanya menjadi dokumen teknis, tetapi juga menjadi kesepakatan bersama tentang arah pembangunan perkotaan Manokwari ke depan,” jelas Albertus.

Sinkron dengan Program Pusat dan Daerah

Penyusunan RDTR Perkotaan Manokwari juga diarahkan agar selaras dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Manokwari. Serta kebijakan pembangunan nasional dan provinsi. Sinkronisasi ini diperlukan agar tidak terjadi tumpang tindih kebijakan di kemudian hari.

Albertus berharap, dengan rampungnya RDTR Perkotaan Manokwari, proses pembangunan di wilayah perkotaan dapat berjalan lebih tertata, berkelanjutan. Serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah tanpa mengabaikan aspek lingkungan.

“RDTR adalah fondasi penting untuk mewujudkan Manokwari sebagai kota yang maju, tertib, dan berkelanjutan,” tegasnya.

BRIMO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.